Pages

Showing posts with label Artikel Sosial. Show all posts
Showing posts with label Artikel Sosial. Show all posts

Tuesday, March 27, 2012

Lunturnya Budaya Membaca

Ketika kita tanpa sengaja melihat buku bacaan bergambar di depan kita, bayangan kita seolah terbawa arus memori masa lalu yang tergambar jelas, disaat kita beranjak tumbuh dewasa, betapa senang dan bahagianya dimasa kecil kita dihiasi dengan membaca, tanpa diperintah kita membolak balik halaman demi halaman untuk memperoleh pengetahuan didalamnya, apalagi bacaan yang mengandung kisah jenaka, semacam Si Kancil mencuri timun dan cerita jenaka yang lainnya, pikiran kita melayang jauh di masa lalu yang penuh canda dan tawa, setelah masa kecil berlalu, budaya membaca semakin langka, adakalanya membaca karena terpaksa, demi menyelesaikan tugas kuliah atau mencari materi tentang sesuatu yang memang dibutuhkan di saat itu, sehingga merasa cukup setelah selesai mendapatkannya. Dibutuhkan kesadaran dalam memupuk dan melestarikan budaya membaca ini, suatu langkah dalam mencari dan memperoleh suatu hal yang baru, mengolah dan menciptakan peluang untuk berkembang menjadi maju, membaca menjadikan kita lebih peka terhadap perkembangan pengetahuan, kadang kala kita tidak menyadarinya, dengan membaca otak kita bekerja untuk merekam hal baru yang kita terima, sehingga banyak hal-hal baru yang terserap dalam memori otak kita dan membuat ilmu kita terus bertambah, jadikanlah budaya membaca mengisi hari-hari kita. Suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kita, kita bisa memulai dari diri kita sendiri, bagaimana kita menjadikan budaya membaca adalah kebutuhan untuk menambah pengetahuan yang kita miliki,ketika kita membaca dan memperoleh pengetahuan yang baru maka otak akan mengolah hasil bacaan kita, kemudian menyimpannya didalam otak kita untuk diaplikasikan dalam kehidupan kita sehari-hari. Berbagai buku bacaan sangat mudah kita peroleh saat ini, berbagai macam buku terjemahan dari para penulis terkenal bisa dengan mudah kita dapati, di berbagai perpustakaan terdapat berbagai bagai macam buku pengetahuan baik yang ditulis oleh penulis lokal ataupun luar negeri, sungguh malang nasib buku-buku tersebut jika masih berjajar rapi dan hanya dihiasi debu kotor, kadang kala hanya sebagai pajangan saja, sungguh ironis sekali melihat kenyataan yang terjadi seperti sekarang ini, buku-buku yang mengandung kekayaan intelektualitas penulisnya terbengkalai tanpa kita tahu isi kandungan ilmu didalamnya, seolah buku itu tidak berguna,disebabkan karena kita malas membaca, kenyataan seperti ini mengikis habis budaya gemar membaca yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Sudah saatnya bagi kita semua, memupuk dan melestarikan budaya membaca agar tidak terkikis habis, membaca membawa kita menembus luasnya cakrawala pengetahuan dunia, dengan membaca kita bisa menggenggam peradaban dunia, budaya membaca membawa kita menambah wawasan pengetahuan kita. Dari tahun ke tahun semakin banyak media untuk mempermudah kita untuk membaca, tidak hanya buku saja, diantaranya kita mengenal buku digital atau kata istilahnya ebook, dengan menggunakan ebook ini kita memiliki fasilitas yang mempermudah kita dalam membaca, didalamnya bisa menyimpan atau menjadi perpustakaan buku digital, kita bisa memilih buku apa yang akan kita baca dengan mudahnya, sehingga begitu efektif untuk membaca berbagai buku dalam bentuk digital tanpa harus membawa buku aslinya. Walaupun tidak semua buku versi aslinya ada dalam bentuk digital dan tidak semua orang memiliki ebook karena mungkin belum terjangkau oleh beberapa kalangan dari kita. Ketika peradaban Eropa diselimuti kegelapan, para bangsawan Eropa berbondong-bondong menerjemahkan kitab-kitab dari penulis terkenal dari belahan dunia lainnya, seperti Ibnu Sina, Aljabar dan lainnya, yang tak lain adalah ilmuwan Muslim yang terkenal saat itu karena berhasil mencapai masa keemasan ilmu pengetahuan dan menghasilkan karya intelektualitas yang tinggi. Terjemahan kitab-kitab kedalam bahasa latin itu kemudian disebarkan ke penjuru Eropa untuk dibaca dan dipelajari sehingga sedikit demi sedikit bangsa Eropa bisa bangkit dari masa kegelapan dan menjadi bangsa yang besar dan berpengaruh di masa kini. Banyak diantara kita yang sulit membaca bukan karena faktor buta huruf, akan tetapi disebabkan malas atau semacamnya, selama kita bisa memahami dan mengerti akan manfaat membaca buat diri kita, maka sepantasnya kita harus berusaha memupuk kesadaran membaca kita agar tidak mudah luntur, sehingga budaya membaca terpelihara dan kita menularkannya kepada keluarga, kerabat dan rekan kerja demi melestarikan budaya membaca bagi kepentingan bersama, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk memupuk budaya membaca kepada masyarakat, dengan di luncurkannya perpustakaan keliling, untuk mempermudah masyarakat mengaksesnya, berbagi macam buku bacaan dipinjamkan secara gratis untuk masyarakat, supaya kegiatan gemar membaca mewabah diantara masyarakat kita, dan hasilnya masyarakat kita memperoleh pengetahuan yang baru dengan kegiatan membaca ini, marilah kita bersama-sama bahu membahu memupuk kesadaran membaca dan melestarikannya sedari dini.

Tuesday, March 20, 2012

SPBU Khusus Rakyat Miskin

Kisruh sepak bola Indonesia dan carut marutnya kepengurusan PSSI mungkin salah satu bumbu deadline koran kemarin, ditambah lagi munculnya praktek korupsi gayus jilid dua yang melibatkan pegawai dirjen pajak sebagai pelengkap informasi, berlanjut kepada ancaman kenaikan Bahan Bakar Minyak (BBM). yang terakhir mungkin lebih heboh pemberitaannya melihat korban dari kebijakan ini sangat nyata dan tinggal menunggu waktu, ratusan juta penduduk Indonesia bersiap dengan awal yang baru, yaitu membengkaknya belanja rupiah sebagai ongkos hidup sehari-hari.
Bisa kita cermati dampak dari kenaikan BBM yang akan terasa oleh masyarakat, terutama naiknya bahan kebutuhan pokok yang notabene adalah pengaruh kenaikan BBM, sebagai salah satu unsur keberlangsungan transportasi, BBM mungkin adalah kebutuhan wajib dan harus terpenuhi mengingat sumber tenaga alat transportasi masa kini mayoritas menggunakan BBM, baik yang bermesin Diesel maupun premium, bila itu dilihat dari kacamata sosial menengah kebawah menjadi pembahasan yang penting dalam menghadapi dampak kenaikan BBM sebentar lagi, tentu banyak kalangan masyarakat yang mengeluhkan dan menyayangkan sikap pemerintah yang dinilai tidak memihak rakyat kecil.
Akhir-akhir ini bisa kita ketahui informasi terkait kenaikan BBM, baik melalui media televisi, radio, koran dan media informasi lainnya, banyak kalangan masyarakat yang tidak setuju dengan kenaikan BBM melakukan aksi menolak rencana ini, mulai dari mahasiswa hingga masyarakat umum di sebagian pelosok negeri ini mengecam kebijakan pemerintah, mengaca pada tahun sebelumnya dimana BBM sudah dinaikkan dan masyarakat tidak mampu memperoleh bantuan langsung tunai atau lebih dikenal dengan BLT, masyarakat menilai hal itu tidak sepadan dengan ongkos belanja sehari-hari, sehingga apabila BBM akan dinaikkan lagi merupakan suatu hal yang sangat memberatkan.
Mayoritas saat ini stasiun penyalur BBM langsung ke masyarakat (SPBU) sifatnya umum, tidak dipungkiri banyak dari kalangan menengah ke atas yang mampu membelikan kendaraannya BBM non Subsidi menikmatinya, BBM bersubsidi patutnya bagi kalangan tidak mampu menjadi konsumsi semua kalangan, tentu perlu sebuah filterisasi atau penyaringan kendaraan-kendaraan yang layaknya menggunakan BBM non subsidi, sehingga penggunaan BBM bersubsidi sesuai targetnya, mungkin dengan mendirikan SPBU khusus bagi kalangan tidak mampu, sehingga dengan begitu pemerintah bisa mengatur konsumsi BBM selayaknya kedepan.
Keluh kesah, atupun rasa berat yang dipikul masyarakat menjadi pekerjaan rumah tersendiri bagi pemerintah, sebaik-baiknya program yang dicanangkan apabila dalam pengerjaannya kurang maksimal tentu hasilnya semakin amburadul, butuh kesadaran semua kalangan dalam menyikapi kebijakan ini, sepantasnya memposisikan diri, baik bagi kalangan berduit dan tentunya masyarakat dengan ekonomi tidak mampu tentu berharap hal ini bukan mimpi buruk dalam hidup, jika memang rencana menaikkan hargaa BBM direaliasasikan, harapan tentunya dipundak masyarakat bagaimana melihat kedepan akan sikap pemerintah, sebagai masyarakat pastinya berhak untuk ikut mengawasi kedepan mengingat dampak dari kenaikan BBM ini akan dirasakan oleh semua kalangan, dan akhirnya masyarakat akan menilai bagaimana kebijakan ini dikawal oleh pemerintah selanjutnya.

Thursday, March 1, 2012

Mengurai Ruwetnya Jalan di Kota Malang


Jalan raya sepanjang Kota Malang begitu padat dengan kendaraan bermotor yang berlalu lalang, tak ayal banyak terjadi kemacetan, bunyi klakson disana-sini memekakkan telinga, menambah gaduhnya kemacetan yang terjadi.
Di Kota Malang kemacetan sudah menjadi masalah rumit yang terjadi di  sejumlah titik jalan raya. Pertumbuhan jumlah kendaraan bermotor ternyata tidak berbanding dengan fasilitas jalan yang baik, sehingga kemacetan terjadi di berbagai titik jalan di Kota malang. Kemacetan yang terjadi juga disebabkan banyaknya angkot-angkot yang berhenti disembarang tempat, sehingga mengganggu kelancaran para pengguna jalan lainnya, untuk itu perlu tindakan tegas untuk mengurai kemacetan yang terjadi di Kota Malang.
Kota Malang sebagai salah satu kota besar di Jawa Timur dengan masyarakat yang jamak, sehingga mempengaruhi meningkatnya kepemilikan kendaraan pribadi, terutama kendaraan roda dua, tidak dipungkiri bahwasannya dengan kenyataan seperti ini semakin tahun volume kendaraan bermotor yang ada di Kota Malang semakin meningkat, semua itu berdampak mempengaruhi  ruwetnya jalan di Kota Malang.
Berbagai faktor terjadinya kemacetan bukan hanya disebabkan jalan yang sempit, akan tetapi juga karena faktor volume kendaraan bermotor yang terus meningkat sepanjang tahun, walhasil pertumbuhan kendaraan bermotor di kota malang baik roda dua maupun roda empat tiap tahun yang terus meningkat tidak dibarengi dengan kesiapan sarana jalan yang memadai, masih banyak jalan yang rusak dan berlubang dan terkesan tambah parah, dan juga kurang tertibnya para pengguna jalan terhadap rambu-rambu lalu lintas, sehingga sering terjadi kemacetan yang sangat merugikan waktu para pengguna jalan tersebut, apalagi di waktu sore hari disaat jam pulang kerja, sering terjadi kemacetan di pertigaan dan perempatan lampu merah karena semrawutnya kendaraan yang melintas, sehingga untuk mengatasi hal ini beberapa petugas polisi turun ke jalan untuk menertibkannya,
Jalan raya di kota malang yang ruwet seperti ini menjadi pemandangan sehari-hari para pengguna jalan, terlebih jika dalam keadaan terjebak macet tidak sedikit para pengguna jalan menerobos wilayah pejalan kaki atau bahu jalan demi terhindar dari kemacetan, sungguh ironis sekali, bagaimana jadinya akses jalan raya di Kota Malang 5 tahun kedepan, dengan pertumbuhan kendaraan bermotor yang meningkat tiap tahunnya jika keadaannya tetap seperti ini.
Pemerintah dalam hal ini seharusnya tanggap dan berusaha untuk mencari solusi dan antisipasi secepatnya, agar permasalahan seperti ini cepat teratasi, sehingga jalan di kota malang tidak kaget dengan volume kendaraan yang semakin membludak ditahun yang akan datang.

Melestarikan Budaya Membaca


Ketika kita tanpa sengaja melihat buku bacaan bergambar di depan kita, kita seolah terbawa arus memori masa lalu tergambar jelas, disaat kita beranjak tumbuh dewasa, betapa senang dan bahagianya dimasa kecil kita dihiasi dengan membaca, tanpa diperintah  kita membolak balik halaman demi halaman untuk memperoleh pengetahuan didalamnya, apalagi bacaan yang mengandung kisah jenaka, semacam Si Kancil mencuri timun dan cerita jenaka yang lainnya, pikiran kita melayang jauh di masa lalu penuh canda tawa, setelah masa kecil berlalu, budaya membaca semakin langka, adakalanya membaca karena terpaksa, demi menyelesaikan tugas kuliah atau mencari materi tentang sesuatu yang memang dibutuhkan di saat itu, sehingga merasa cukup setelah selesai mendapatkannya.
Dibutuhkan kesadaran dalam memupuk dan melestarikan budaya membaca ini, suatu langkah dalam mencari dan memperoleh suatu hal yang baru, mengolah dan menciptakan peluang untuk berkembang menjadi maju, membaca menjadikan kita lebih peka terhadap perkembangan pengetahuan, kadang kala kita tidak menyadarinya, dengan membaca otak kita bekerja untuk merekam hal baru yang kita terima, sehingga banyak hal-hal baru yang terserap dalam memori otak kita dan membuat ilmu kita terus bertambah, jadikanlah budaya membaca mengisi hari-hari kita. Suatu kegiatan yang sangat bermanfaat bagi kita, kita bisa memulai dari diri kita sendiri, bagaimana kita menjadikan budaya membaca adalah kebutuhan untuk menambah pengetahuan yang kita miliki,ketika kita membaca dan memperolah pengetahuan yang baru maka otak akan mengolah hasil bacaan kita, kemudian menyimpannya didalam otak kita.
Berbagai buku bacaan sangat mudah kita peroleh di saat ini, berbagai macam buku terjemahan dari para penulis terkenal bisa dengan mudah kita dapati, di berbagai perpustakaan terdapat berbagai bagai macam buku pengetahuan baik yang ditulis oleh penulis lokal ataupun luar negeri, sungguh malang nasib buku-buku tersebut jika masih berjajar rapi dan hanya dihiasi debu kotor, kadang kala hanya sebagai pajangan saja, sungguh ironis sekali melihat kenyataan yang terjadi seperti sekarang ini, buku-buku yang mengandung kekayaan intelektualitas penulisnya terbengkalai tanpa kita tahu isi didalamnya, seolah buku itu tidak berguna,disebabkan karena kita malas membaca, kenyataan seperti ini mengikis habis budaya gemar membaca yang sangat bermanfaat bagi kita semua. Sudah saatnya bagi kita semua, memupuk dan melestarikan budaya membaca agar tidak terkikis habis, membaca membawa kita menembus tebalnya cakrawala pengetahuan dunia, dengan membaca dunia kita akan semakin luas, dunia kita akan semakin menjalar ke seantero bangsa, hanya dengan membaca kita bisa menggenggam peradaban dunia, budaya membaca membawa kita menambah wawasan pengetahuan kita.
Dari tahun ke tahun semakin banyak media untuk mempermudah kita untuk membaca, tidak hanya buku saja, sekarang  sudah kita kenal dengan buku digital atau istilahnya ebook, dengan menggunakan ebook ini kita memiliki fasilitas yang mempermudah kita dalam membaca, didalamnya bisa menyimpan atau menjadi perpustakaan buku digital, kita bisa memilih buku apa yang akan kita baca dengan mudahnya, sehingga begitu efektif untuk membaca berbagai buku dalam bentuk digital tanpa harus membawa buku aslinya. Walaupun tidak semua buku versi aslinya ada dalam bentuk digital dan tidak semua orang memiliki ebook karena mungkin belum terjangkau oleh beberapa kalangan dari kita.
Ketika peradaban Eropa diselimuti kegelapan, para bangsawan Eropa berbondong-bondong menerjemahkan kitab-kitab dari penulis terkenal dari belahan dunia lainnya, seperti Ibnu Sina, Aljabar dan lainnya, yang tak lain adalah ilmuwan Muslim yang terkenal saat itu karena berhasil mencapai masa keemasan ilmu pengetahuan di saat itu. Terjemahan kitab-kitab kedalam bahasa latin itu kemudian disebarkan ke penjuru Eropa untuk dibaca dan dipelajari sehingga sedikit demi sedikit bangsa Eropa bisa bangkit dari masa kegelapan dan menjadi bangsa yang besar dan berpengaruh di masa kini.
Banyak diantara kita yang sulit membaca bukan karena faktor buta huruf, akan tetapi disebabkan malas atau semacamnya, selama kita bisa memahami dan mengerti akan manfaat membaca buat diri kita, maka sepantasnya kita harus berusaha memupuk kesadaran membaca kita agar tidak mudah luntur, sehingga budaya membaca terpelihara dan kita menularkannya kepada keluarga, kerabat dan rekan kerja demi melestarikan budaya membaca bagi kepentingan bersama, berbagai usaha telah dilakukan pemerintah untuk memupuk budaya membaca kepada masyarakat, dengan di luncurkannya perpustakaan keliling, untuk mempermudah masyarakat mengaksesnya, berbagi macam buku bacaan dipinjamkan secara gratis untuk masyarakat, supaya kegiatan gemar membaca mewabah diantara masyarakat kita, dan hasilnya masyarakat kita memperoleh pengetahuan yang baru dengan kegiatan membaca ini, marilah kita bersama-sama bahu membahu memupuk kesadaran membaca dan melestarikannya sedari dini.

Daerah ( Tanpa) Wisata

Motto Visit Indonesia banyak terpampang di berbagai pojok reklame tanah air, mulai dari bandara,stasiun hingga terminal bus di berbagai pelosok kota di Tanah Air , slogan ini bukan hanya ungkapan kosong melompong, melainkan ajakan untuk menyuarakan keberagaman, keindahan dan kekayaan Tanah air tercinta ini.
Indonesia merupakan salah satu wajah pariwisata dunia saat ini, siapa yang tidak kenal Indahnya candi Borobudur sebagai warisan leluhur kita, Danau toba di Sumatera dan keindahan laut Bunaken di sulawesi, tentu juga dengan eksotisme pulau dewata bali, dan berbagai tempat pariwisata yang lainnya yang tersebar di pelosok negeri ini.
Jawa Timur adalah salah satu dari propinsi di Indonesia yang ikut menggalakkan pariwisata tanah air, tentu saja dengan berbagai objek pariwisata andalannya, yaitu Kota wisata Batu. dan daerah tujuan wisata lain di pelosok Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Bondowoso.
Kabupaten Bondowoso terletak di kawasan tapal kuda Propinsi Jawa Timur, daerahnya dikelilingi oleh pegunungan yang hijau dan kawasan pemandangan gunung yang Indah, salah satunya di tempat wisata pemandangan alam arak-arak, dan tempat yang tak kalah eksotisnya wisata gunung kawah ijen yang tersohor hingga penjuru dunia.tidak asing jika masyarakat bondowoso sering menjumpai wisatawan mancanegara singgah di kota ini.akan tetapi masyarakat local lebih mengenal Kabupaten Bondowosol dengan ciri khas makanannya yaitu tape Bondowoso.
tempat-tempat wisata yang tersebar di wilayah ini mempunyai harga jual tersendiri bagi para wisatawan, baik local maupun mancanegara. potensi keindahan dan kealamiannya tidak diragukan lagi, akan tetapi masih banyak tempat-tempat wisata yang terbengkalai dan tidak terurus, seperti halnya wisata Tancak kembar. mulai dari segi infrastruktur dan juga perawatannya tidak diimbangi dengan prospek pariwisata itu sendiri.
baik pemerintah maupun masyarakat sekitar tidak menyadari potensi ini, baik dari segi ekonomi dan pengembangan budaya. pemerintah sendiri hanya sedikit membaca peluang potensi wisata disekitarnya, demikian juga masyarakat seakan berdiam diri dan tak mengindahkan keberadaan tempat-tempat wisata di sekitar mereka.
dalam hal ini pemerintah sebagai tonggak pelestarian dunia pariwiata itu sendiri harus andil, baik dengan melakukan sosialisasi berkala terhadap masyarakat sekitar, sehingga bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya tempat-tempat pariwisata di sekeliling mereka, tidak hanya memandang dari segi keuntungan ekonomi semata, akan tetapi pelestarian dan pengembangan budaya yang ada di sekitar, bisa dikembangkan dan diangkat untuk menjadi objek wisata budaya yang membanggakan untuk bangsa ini.
sedari dini mungkin pemerintah mengadakan sosialisasi akan pentingnya potensi tempat-tempat wisata di sekitar terhadap masyarakat,sehingga mereka tergerak untuk ikut andil dan bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menjaganya.

Wednesday, February 29, 2012

Komsumtifnya kita!

Melihat kehidupan sekarang yang begitu canggihnya, berbagai fasilitas tersedia untuk membantu efektifitas kegiatan manusia di zaman ini, semua bisa digunakan hanya dengan mengeluarkan beberapa rupiah ,hingga ratusan juta rupiah. Salah satu alat komunikasi canggih yang paling fenomenal buat kita adalah handphone, begitu mudahnya berkirim pesan dengan layanan sms ataupun bercakap-cakap ria dengan layanan telpon, itu semua adalah fasilitas yang lumrah kita dapatkan ketika memiliki alat komunikasi canggih yang satu ini,yang lebih mengesankan lagi bukan hanya orang-orang berduit yang mampu membelinya, tukang becak pun tidak mau ketinggalan dengan alat komunikasi yang satu ini.dengan alasan untuk memudahkan kegiatan mereka, baik bekerja ataupun yang lainnya, sungguh fenomenal bagi kita, yang miskin ataupun yang kaya, begitu banyak kita memperoleh manfaat dan kemudahan dengan handphone ini, akan tetapi begitu banyak pula berbagai ancaman yang diperoleh dari segi penggunaannya, semacam penipuan, penculikan dan sebagainya, akan tetapi yang paling mendasar yang harus kita perhatikan adalah efek kebiasaan konsumtif yang tidak kita sadari. Pemakaian pulsa yang tidak terkontrol adalah salah satu efek konsumtif yang diperoleh, berapa banyak uang yang dikeluarkan,apakah sebanding dengan manfaat yang didapatkan,Meskipun banyak orang berkata semua itu adalah kebutuhan. sejauh mana kita menggunakannya, berusahalah untuk lebih bijak dalam menggunakan alat komunikasi yang sangat canggih ini

Tuesday, February 28, 2012

Begadang ala Ramadhan

Bulan puasa tinggal beberapa hari lagi, bulan dimana umat islam di seluruh dunia menunaikan rukun islam yang keempat yaitu puasa Ramadhan sebulan penuh. Bulan diturunkannya kitab suci al Qur’an, bulan dimana terdapat malam yang lebih baik dari seribu malam yaitu Lailatul Qadr. Itulah sebagian dari keutamaan bulan Ramadhan yang sangat dinantikan milyaran Umat Muslim di seluruh Dunia, tak terkecuali Umat Islam di Indonesia.
Di Indonesia hampir setiap masyarakat begitu antusias menyambut bulan nan suci ini, hal ini bisa dirasakan dari berbagai acara yang diadakan khusus untuk menyambut bulan Ramadhan, pengajian hingga ziarah kubur demi menyambut datangnya bulan yang satu ini, dari media cetak, elektronik tidak ketinggalan menghadirkan tema atau rubrik yang khusus membahas persiapan akan datangnya bulan Ramadhan.
Banyak hal berbeda yang akan kita jumpai disaat bulan Ramadhan, rutinitas dan aktifitas masyarakat lebih mengarah kearah ibadah, baik membaca al Qur’an hingga bersedekah, cara berpakaian hingga selektif memilih hiburan untuk dinikmati di bulan ini, dengan niatan menyucikan hati dan jiwa, demi menggapai pahala yang telah di janjikan Allah SWT atas hambanya.
Aktifitas yang tampak mencolok di bulan ini adalah Shalat Tarawih, bukan karena ibadah ini khusus di bulan Ramadhan saja, melainkan kebiasaan di masyarakat kita melaksanakannya secara berjamaah di mushalla ataupun di masjid sekitar tempat tinggal mereka. Dan dilanjutkan dengan membaca al Qur’an atau lebih familiar dengan Tadarus al Qur’an, umumnya menggunakan pengeras suara sehingga nuansa keagungan bulan Ramadhan ini lebih terasa dan jarang di jumpai diluar bulan suci ini.
Suasana aktifitas ibadah yang begitu khas ini menjadikan masyarakat tidak mau melewatkannya begitu saja, jam malam pun diperpanjang, alasannya tuk beribadah. Didukung juga oleh media elektronik seperti halnya radio dan televisi yang menyajikan tayangan berbau keagaamaan, yang lebih spesial ditiadakannya kamus “off Air” khusus di bulan ini.
Kesempatan tuk berjumpa bulan yang agung ini marilah kita maknai secara lebih mendalam, promo pahala yang telah dijanjikan Allah SWT jangan sampai terlewatkan, bolehlah kita begadang kalau ada artinya menurut Bang Haji Rhoma, begadang buat beribadah apa salahnya, mari kita perbanyak amalan dan ibadah sebagai tabungan kita kelak. Ajal tidak ada yang tau, apakah mungkin ini kesempatan kita yang terakhir berjumpa bulan Ramadhan.

Manfaat Berpuasa

(telah dimuat Harian Surya di kolom Citizen Reporter)
Apakah berpuasa itu sehat?
Bulan Ramadhan di depan mata, diwajibkan bagi setiap pemeluk agama islam di seluruh dunia menunaikan ibadah puasa selama sebulan. Puasa mensyaratkan untuk tidak makan, minum, dan melakukan perbuatan-perbuatan lain yang membatalkan puasa dari terbitnya fajar hingga terbenamnya matahari.
Bagi sebagian orang menganggap puasa sebagai penghambat kinerja dan kondisi kesehatan, padahal dengan berpuasa kita akan mendapat banyak manfaat. Dengan berpuasa mengajarkan kedisiplinan pola makan berlebih demi mencegah overnutrisi yang mengakibatkan penyakit menyerang kita.
Mekanisme puasa terhadap jasmani sangat variatif, dengan berpuasa memberikan ruang istirahat bagi alat pencernaan yang selalu bekerja keras di hari biasa, Membersihkan tubuh dari racun dan kotoran (detoksifikasi) karena sedikitnya kalori yang masuk ke tubuh ketika berpuasa dan juga meremajakan sel-sel tubuh.
Kebiasaan berbuka puasa dengan mengkonsumsi banyak karbohidrat terlebih dahulu, mempengaruhi respon alat pencernaan setelah seharian istirahat Berbuka puasa dianjurkan untuk memulai dengan buah kurma atau buah-buahan dan minum yang manis-manis, hal ini sangat membantu kinerja tubuh dalam pandangan kesehatan karena buah-buahan dan minuman yang manis adalah penyuplai siap saji untuk organ tubuh yang berpuasa seharian. Inilah ajaran Rasulullah SAW saat beliau berpuasa dan hal ini disunnahkan ketika berbuka puasa bagi umat islam.
Sebelum menunaikan ibadah puasa, dianjurkan untuk melaksanakan sahur bagi umat islam, sahur bukan hanya tradisi dan mengumpulkan tenaga semata demi puasa esok hari, melainkan juga puasa perlu persiapan sehingga rutinitas dan aktifitas disaat berpuasa tidak terganggu.
suplai gizi perlu diusahakan memenuhi unsur-unsur yang dibutuhkan tubuh saat berpuasa, meliputi enam jenis zat gizi yaitu karbohidrat, protein, lemak, vitamin, mineral, dan air. Sangat penting bagi umat islam untuk menjaga keseimbangan gizi dengan asupan yang cukup, agar terhindar dari gangguan penyakit. Seperti stamina menurun, lemas dan lesu dan juga gangguan pencernaan seperti perut kembung.
Menjaga kesehatan disaat berpuasa sangatlah penting demi kesempurnaan berpuasa di bulan Ramadhan, alangkah indahnya jika berpuasa dengan nyaman dan aman tanpa dihinggapi gangguan kesehatan. Puasa tidak hanya ritual ibadah semata, banyak makna yang terkandung didalamnya termasuk dalam aspek kesehatan jasmani. Masalah gangguan kesehatan diantisipasi selama berpuasa dengan menjaga asupan gizi yang cukup dan berimbang. Selamat berpuasa

Monday, February 27, 2012

Gaul di Brankas Akademis Komunira

MOHAMMAD GUFRON SALIM
Mahasiswa Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang
mbeleweh@yahoo.com
Libur semester di kampus hampir usai sudah. Hal tersebut bisa dilihat dari sebagian mahasiswa yang hilir mudik di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil kartu hasil studi (KHS) semester lalu. Sementara, sebagian mahasiswa baru yang telah kembali awal ke mahad kampus.
Ada yang berbeda dalam pengambilan KHS tahun ini bagi mahasiswa Fakultas Humaniora dan Budaya. Tampak beberapa teman kebingungan dengan prosedur pengambilan KHS. Prosedurnya lain dari semester sebelumnya dan agak merepotkan, begitu seloroh mereka. Lumrahnya pengambilan KHS tiap semester hanya dengan menyerahkan slip pembayaran uang semester. Namun kali ini harus ada syarat lagi yaitu melampirkan informasi mahasiswa yang terdapat di Komunira.
Komunira adalah jejaring sosial yang sangat khas, ditujukan bagi komunitas mahasiswa dan alumni humaniora dan budaya. Jejaring tidak berbeda dengan jejaring sosial yang telah umum, semisal Facebook. Dalam Komunira pun sudah tercantum semua biodata mahasiswa yang telah diinput fakultas. Mahasiswa hanya diwajibkan melengkapi biodata diri yang belum lengkap beserta mengupload foto profil.
Sebagian mahasiswa memberikan berbagai macam respons dengan adanya Komunira, baik sebagai inovasi menarik, modern, dan sebagai wadah informasi penting ke depan dalam menjalin komunikasi purnakuliah. Tak hanya berlaku sebagai mahasiswa, akan tetapi bagi para alumni pun bisa berbagi dan menggali informasi dari jejaring ini.
Dalam jejaring ini mahasiswa bisa menemukan informasi mengenai detail profil, riwayat akademik semasa SLTA hingga selama menjadi mahasiswa dan juga informasi mengenai profil keluarga sesama mahasiswa yang berasal dari Fakultas Humaniora dan Budaya, sangat spesifik informasi yang diberikan tentang pengguna.
Akurasi informasi dalam jejaring ini bisa diandalkan karena berada dalam lingkup akademik, baik nomer induk dan juga data akademik mahasiswa yang lainnya. Selain sebagai jejaring sosial juga bisa digunakan sebagai brankas informasi akademik selama menempuh pendidikan di kampus.
Sebagai jejaring sosial, mungkin Komunira masih jauh dari fasilitas dan layanan yang ditawarkan sebagai perakit informasi seperti jejaring sosial lainnya, semisal ruang chat, komentar ataupun ruang koleksi foto pengguna. Akan tetapi kita masih bisa berbagi status di beranda Komunira dan mengirim pesan pribadi kepada mahasiswa lain.
Komunira bukanlah jejaring sosial yang pertama di kampus, ada Uinblog mungkin lebih awal diluncurkan, akan tetapi Uinblog masih melihat antusias mahasiswa sendiri untuk bergabung, sedangkan Komunira otomatis menjadikan mahasiswa yang berasal dari humaniora dan budaya bergabung dalam jejaring sosial ini.
Ke depannya Komunira diharapkan menjadi pusat informasi terdepan bagi mahasiswa Humaniora dan Budaya, baik informasi akademik hingga informasi lengkap mahasiswa dan digandrungi para penggunanya, baik bagi mahasiswa yang masih aktif dan alumni selepas selesai menempuh pendidikan di kampus tidak putus informasi dengan adanya jejaring sosial khas wong Hudaya ini. Selamat datang Komunira.

Friday, September 30, 2011

Mudik Aman, Mudik Nyaman

Bulan Ramadan berjalan tak terasa mendekati hari raya Idul Fitri, lebaran identik dengan silaturrahmi antara keluarga, tetangga, teman dan juga sanak saudara. Hal ini menjadi tradisi yang mengakar di Indonesia sebagai ajang untuk saling meminta maaf atas kesalahan setiap individu masing-masing. Lebaran dipandang sebagai momen yang pas untuk berkumpul dengan keluarga, sehingga kesempatan setahun sekali ini dimanfaatkan bagi sebagian saudara yang tinggal jauh dari keluarganya tuk berkumpul dan mengobati rasa rindu lama tak berjumpa.
Jauh sebelum lebaran tiba, persiapan dilakukan sebagian orang untuk pulang ke kampung halaman alias mudik, dari berburu tiket kereta, bus dan moda transportasi lainnya baik darat maupun laut. Hal ini terjadi hanya disaat menjelang lebaran dan menjadi tradisi tahunan di Indonesia, demi memperoleh kepuasan lebaran di kampung asal. Mudik bukan hal yang mudah dilakukan, banyak rintangan yang akan dilalui, dari kepadatan arus lalu lintas karena secara bersamaan jumlah pemudik menggunakan alat transportasi umum sangat banyak, sehingga menimbulkan kemacetan, terjadi Laka Lantas baik pengguna kendaraan roda dua maupun roda empat. Tingginya angka lakalantas mudik tahun kemarin menjadi pelajaran berharga bagi dinas terkait untuk memperbaiki dan menekan angka laka lantas tersebut. Baik dari aspek sistem penyediaan alat transportasi, infrastruktur, dan juga keselamatan pengguna moda transportasi. Semakin membludaknya jumlah pemudik dan kurang disiplin dalam berkendara menjadi momok menakutkan pada arus mudik. Sehingga butuh persiapan matang demi menjadikan arus mudik lebaran aman dan lancar.
Demi menekan angka Laka Lantas pada arus mudik lebaran kali ini, berbagai pihak berinisiatif melakukan cara aman mudik dengan menyelenggarakan mudik bareng yang bekerja sama dengan beberapa instansi dan juga perusahaan. Dengan begitu arus kepadatan lalu lintas bisa diminimalkan. Hal ini demi antisipasi hal yang tidak diinginkan. Seperti halnya juga rest area atau tempat peristirahatan para pemudik dibangun di sepanjang jalur arus mudik moda transportasi darat, baik oleh perusahaan maupun intansi pemerintah, cara ini untuk membantu para pemudik rehat dari kelelahan berkendara dan agar terhindar dari rasa kantuk berlebihan yang menjadi penyebab laka lantas mudik. Para pemudik patutnya menyadari beban yang akan dihadapi saat mudik lebaran, kesadaran akan keselamatan jiwa diprioritaskan, baik pengguna moda transportasi roda empat maupun roda dua. Panduan dan tip mudik aman yang telah digalakkan pemerintah dan pihak swasta mendapatkan respon positif demi mencegah kejadian laka lantas arus mudik. Ironi jika hasrat dan impian tuk berkumpul sanak keluarga sirna karena menjadi korban laka lantas arus mudik.
Berharap lebaran bisa berkumpul dan berbagi rasa kangen dengan sanak keluarga, teman dan juga kerabat tentunya menjadi keinginan setip pemudik, akan tetapi beban selama menjalani tradisi mudik ke kampung halaman dipersiapkan secara matang agar terhindar dari kejadian yang tidak diinginkan. Sedia payung sebelum hujan menjadi peribahasa yang pas untuk mempersiapkan mudik lebaran, mudik perlu dipersiapkan secara matang dan teliti.

Wednesday, September 28, 2011

Melestarikan Gubuk Sastra

Gajah mati meninggalkan gading, Manusia mati meninggalkan karya, begitulah isi sambutan dari M. Faisol, M.Ag selaku Sekretaris Jurusan Bahasa dan Sastra Arab. Dalam rangka pembukaan Gubuk Sastra yang di prakarsai oleh HMJ Bahasa dan Sastra Arab, tepatnya 28 September 2011 bertempat di gedung B Kampus UIN Maliki Malang. Acara pembukaan Gubuk Sastra sebagai program kerja Divisi Tarqiyatul Adab, dimulai dengan khotmil Qur’an bertempat di Kantor HMJ BSA ba’da Ashar dan dilanjutkan dengan Seremonial jam 8 malam sebagai bentuk keperdulian dan tanggung jawab terhadap perkembangan dan pelestarian sastra saat ini.
Dalam hal ini, Gubuk Sastra sebagai wadah mengembangkan kreatifitas dan bakat, diharapkan juga mampu menghasilkan para ahli sastra, baik puisi, cerpen, novel dan bentuk sastra lainnya. Sehingga muncul para sastrawan masa depan dari Gubuk Sastra ini. Tenggelamnya Kapal Vanderwick oleh Buya Hamka, Andrea Hirata dengan Laskar pelangi nya, banyak lagi sastrawan masa kini dengan berbagai macam genre, tidak ketinggalan Habiburrahman El Shirazy yang fenomenal berkat karya Ayat-Ayat Cinta, baik Novel atau Film yang diangkat dari karyanya tersebut adalah sebagian contoh Sastrawan dengan apresiasi yang tinggi atas karya mereka .
Bagimana kita memulai membuat karya? Pertanyaan dari mahasiswa baru ini ditujukan kepada Sekjur M. Faisol, M.Ag dalam sesi tanya jawab perihal Gubuk sastra. Beliau menanggapi dan apresiasi terhadap mahasiswa yang telah menelurkan karyanya, terutama bagi mereka yang telah berani mengirimkan karyanya ke media massa. Di mana dan kapanpun kita bisa memulainya, jangan pernah putus asa dan menyerah dalam membuat sebuah karya, beliau mencontohkan bagaimana seseorang berusaha mengirimkan karyanya ke media massa meskipun telah puluhan kali gagal dimuat, dan pada akhirnya kepuasan dicapai setelah usahanya membuahkan hasil. Hal yang terpenting adalah mencoba, dengan mencoba peluang untuk berhasil lebih besar daripada tidak sama sekali.
Antusiasme yang ditunjukkan oleh para hadir yang terdiri dari sebagian pengurus, mahasiswa baru dan sesepuh Gubuk Sastra adalah bentuk kepedulian terhadap kemajuan sastra. Ketika karya kita dikenal oleh orang lain dan mendapat apresiasi yang tinggi bukanlah kebanggaan pribadi semata, baik keluarga, sanak saudara dan tentunya guru kita turut menaruh rasa bangga atas hal tersebut, walaupun banyak resiko yang akan dihadapi, baik buruknya kualitas tata bahasa dan kritik yang membangun adalah tantangan kita untuk menghasilkan sebuah karya.
Gubuk Sastra hanyalah sebagian dari wadah untuk mengembangkan sastra, terutama bagi kalangan mahasiswa yang memiliki kemauan untuk ikut andil melestarikan sastra, dengan dibukanya Gubuk Sastra ini diharapkan dapat menjaring banyak calon sastrawan masa depan dan memunculkan karya-karya fenomenal yang diakui dan diapresiasi positif. Semua butuh proses, begitulah penutup dari sambutan M. Faisol, M.Ag. dibalik kesuksesan ada sebuah proses untuk menuju kesuksesan, mencoba dan berani untuk memulai menjadi kunci untuk mengawali proses tersebut, di mana dan kapanpun kita mau untuk memulai, saat itu juga proses akan dimulai, harapan kedepan beliau juga menginginkan para hadir tentunya mengaplikasikannya alias praktek langsung dan membuktikan karya yang telah berhasil dibuat.

Tuesday, November 2, 2010

pray for Indonesia


Solidaritas Mahasiswa
Bencana yang meluluhlantakkan negeri  tercinta ini, mulai dari ujung pulau timur Papua, banjir bandang Wasior, gempa dan tsunami di Mentawai dan yang terbaru bencana meletusnya gunung merapi di Jawa Tengah. Simpati masyarakat terhadap korban begitu besar, penggalangan dana dengan berbagai cara dilakukan untuk membantu para korban sebagai bentuk rasa belasungkawa atas bencana yang terjadi.
Mahasiswa di kota Malang rela turun ke jalan, dengan menenteng kardus bertuliskan” Sumbangan buat Korban Bencana, berpanas-panas ria dilakukan untuk menarik simpati masyarakat agar ikut membantu mendonasikan sebagian harta buat para korban bencana, semua usaha yang telah dilakukan mahasiswa tanpa memandang latar belakang organisasi mereka,sungguh  sangat mulia.
Para pengguna jalan tidak merasa terganggu dengan kegiatan penarikan  sumbangan ini, banyak pengendara antusias untuk turut berpartisipasi membantu para korban, dengan ini para pengguna jalan mendapatkan kemudahan karena menghemat waktu mereka. Toh akhirnya mereka juga dapat membantu tanpa harus bersusah payah pergi ke daerah bencana.
Lebih dari itu, tidak sedikit mahasiswa yang langsung menyingsingkan lengan baju mereka, dengan menjadi relawan di daerah bencana, bahu membahu menolong para korban, walau mereka harus rela meninggalkan bangku kuliah demi misi kemanusiaan, akankah mereka menyesal dengan hal itu?ternyata tidak sedikit dari para mahasiswa yang menjadi relawan bangga dengan apa yang telah mereka lakukan, pengorbanan mereka  terbayarkan dengan rasa bangga atas sesuatu kebaikan yang telah mereka kerjakan di sana.membantu para korban secara langsung menjadi pengalaman yang langka dan mengesankan, walaupun suka duka mereka emban selama bertugas.
Semua usaha yang dilakukan mahasiswa ini tak lain adalah sebagai bentuk rasa tanggung jawab mereka akan nasib bangsa ini, mahasiswa sebagai Agent Of Change juga harus peka terhadap masalah sosial, sebagai penerus bangsa ini di masa depan .
Pada umumnya mahasiswa memiliki citra negatif dimasyarakat, sebagai tukang demo, pembuat onar atau mengganggu ketertiban umum, dengan aksi solidaritas ini masyarakat bisa mengerti, mahasiswa memiliki rasa kepekaan sosial yang tinggi sehingga dengan hal ini bisa memperbaiki citra mahasiswa di mata masyarakat.
Peran serta pemuda bangsa, sebagaimana yang dilakukan mahasiswa sangatlah berpengaruh terhadap kemajuan bangsa di masa yang akan datang, betapa kuat rasa solidaritas yang mereka tunjukkan, hal ini semakin mengokohkan semangat persatuan yang tertuang dalam butir-butir pancasila.
Bencana yang menghantam bangsa tercinta menjadi sebuah pengalaman berharga, tidakkah kita bersyukur hal itu tidak menimpa  kita, kepedulian kita yang tinggi untuk membantu mereka, para korban bencana yang membutuhkan uluran tangan dermawan kita, sementara masih banyak dari kita yang acuh dan tidak peduli dengan hal itu.
Semoga para korban diberikan ketabahan atas bencana yang menimpa mereka,  dan juga masyarakat Indonesia bisa memetik hikmah dan pelajaran dari bencana ini, bahwasannya tidak ada yang abadi, semua akan kembali kepada sang Pencipta.