Pages

Saturday, March 3, 2012

dam(denda)

 https://blogger.googleusercontent.com/img/b/R29vZ2xl/AVvXsEiFPK-CxRvR-rXxNv5pf6v_dVi9TDGSITACAlTe6Ln1qTSvA-KKydhc71Rj6t9hlk-E7W-C1FghUrnilzzHLBEpISE7tMFN6jvQFKi-ivx8XZTweOUxhGUUR1BS7A7cs5e8N-G0cfRatooz/s480/makah+muka.jpg
Denda atau tebusan bagi mereka yang menunaikan haji atau umrah tetapi melakukan pelanggaran ketentuan atau peraturan yang telah ditetapkan. Pelanggaran itu misalnya melakukan larangan – larangan Ihram atau tidak dapat menyempurnakan wajib haji seperti mabit di Mina atau Muzdalifah. Para Ulama tela sepakat bahwa seseorang yang menunaikan ibadah haji akan dikenakan Dam apabila melakukan antara lain pelanggaran – pelanggaran sebagai berikut :

Melakukan Haji Qiran atau Tamattu.

Tidak Ihram dari Miqat

Tidak Mabit I di Muzdalifah

Tidak Mabit II di Mina

Tidak melontar Jumrah

Tidak melakukan Tawaf Wada

DAM TAKHYIR TA’DIL

Membayar dam untuk kesalahan melakukan salah satu dari dua perkara yaitu ; memburu binatang darat yang boleh dimakan dagingnya, atau menebang, memotong dan mencabut tanaman di tanah suci. Dendanya adalah salah satu berikut ini : Memotong seekor kambing atau memberi Fidayah kepada fakir miskin senilai satu kambingitu atau berpuasa selama 10 hari.

DAM TAKHYIR TAKDIR.

Membayar denda karena melakukan satu dari larangan-larangan berikut ini :

Memotong ,mencabut rambut atau bulu badan,

Mengenakan pakaian terlarang sewaktu ihram

Memakai minyak wangi pada rambut atau jenggot

Memawak wewangian pada badan atau pakaian

Bersetubuh sebelum Tahallul kedua.

Dam yang dikenakan terhadap pelanggaran tersebut adalah memotong seekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.

DAM TARTIB TA’DIL

Membayar denda karena bersetubuh dengan istri sebelum tahallul, yaitu dengan menyembelih seekor unta atau 7 ekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai satu unta atau berpuasa selama 10 hari.

DAM TARTIB TAKDIR

Membayar denda karena melakukan salah satu perkara – perkara sebagai berikut ;

Melakukan Haji Tamattu atau Qiran.

Tidak melakukan Wukuf di Arafah

Tidak Melontar Jumrah

Tidak Mabit di Muzdalifah

Tidak Mabit di Mina

Tidak Ihram di Miqat

Tidak melakukan Tawaf Wada

Tidak memenuhi nazar yang diikrarkan.

Dam yang dikenakan terhadap pelanggaran tersebut adalah memotong seekor kambing atau memberi makan fakir miskin senilai kambing itu atau berpuasa selama 10 hari.

PELANGGARAN DAN DENDA

Larangan                                Kondisi                   Dam atau denda

Memakai Pakaian                   Pria                         Memotong seekor kambing , berpuasa selama 10

                                                                              hari.3 hari di tanah suci sisa di tanah air

Menutup kepala                     Pria                           Memotong seekor kambing

Menutup muka atau tangan         Wanita                      Memotong seekor kambing

Memotong rambut                 Lebih dari 12 helai   Memotong seekor kambing

Memotong Kuku                   Kurang dari 12 helai   Memberi makan Fakir Miskin

Memakai wewangian             Pria/Wanita               Bersedekah 1 Mud

Berburu atau membunuh

binatang buruan                                                     Memotong seekor kambing atau

                                                                              memberi makan 60 orang miskin atau

                                                                              berpuasa setiap fakir miskin satu hari

                                                                              puasa

Bertengkar                            Pria/Wanita               Memotong seekor kambing

Merusak tanaman di tanah suci                                     Memotong seekor kambing

Melakukan akad nikah

atau menikahkan                    Sebelum Tahallul Awal     Memotong seekor kambing

Bersetubuh                            Sesudah tahallul Awal   Hajinya Batal, Wajib Memotong seekor

                                                                              unta atau sapi atau puasa selama 10

                                                                              hari.3 hari di tanah suci sisa di tanah air.

                                                                              Hajinya sah, Wajib memotong seekor

                                                                              unta atau sapi.

Kumpulan Doa Haji dan Umroh

1. DOA IHRAM

Doa Ihram
2. DOA KELUAR RUMAH
Doa Keluar Rumah
3. DOA KETIKA SAMPAI DI MINA
Doa Ketika Sampai di Mina
4. DOA KETIKA MELIHAT KA’BAH
Doa Ketika Melihat Kabah
5. DOA KETIKA SAMPAI DI MUZDALIFAH
Doa Ketika Sampai di Muzdalifah
6. DOA KETIKA TIBA DI TUJUAN
Doa Ketika Sampai di Tujuan
7. DOA MASUK ARAFAH
Doa Waktu Masuk Arafah
8. DOA MASUK MASJIDIL HARAM
Doa Waktu Masuk Masjidil Haram
9. DOA MASUK MASJID NABAWI
Doa Masuk Masjid Nabawi
10. DOA MELONTAR JUMRAH
Doa Melontar Jumrah
11. DOA MEMASUKI KOTA MADINAH
Doa Ketika Masuk Kota Madinah
12. DOA MEMASUKI KOTA MEKKAH
Doa Ketika Masuk Kota Mecca
13. DOA MENGGUNTING RAMBUT
Doa Menggunting Rambut
14. DOA SA’I
Doa Sa'i
15. DOA SAMPAI DI TANAH AIR
Doa Sampai di Tanah Air
16. DOA SELESAI IBADAH HAJI / UMRAH
Doa Selesai Ibadah Haji dan Umrah
17. DOA SEWAKTU KENDARAAN BERGERAK
Doa Sewaktu Kendaraan Mulai Bergerak
18. DOA THAWAF
Doa Thawaf
19. DOA WAKTU DIATAS KENDARAAN
Doa Sewaktu di atas Kendaraan
20. DOA WUKUF
Doa Wukuf
21. NIAT HAJI DAN UMRAH
Doa Niat Ibadah Haji
Doa Niat Ibadah Umrah

guide

 Gateway of India


This 26 metres high stone archway is the first landmark of Bombay a visitor sees when arriving by ship. Designed by Writtet in the 16th century Gujarat style, it was built to commen/morate the visit of King George V and Queen Mary to Indfia in 1911.
The Gateway of India (Marathi: भारताचे प्रवेशद्वार) is a monument in Mumbai (formerly Bombay), India. Located on the waterfront in Apollo Bunder area in South Mumbai, the Gateway is a basalt arch 26 metres (85 ft) high. It was a crude jetty used by fisher folks and was later renovated and used as a landing place for British governors and other distinguished personages. In earlier times, the Gateway was the monument that visitors arriving by boat would have first seen in the city of Bombay.
Its design is a combination of both Hindu and Muslim architectural styles, the arch is in Muslim style while the decorations are in Hindu style. The Gateway is built from yellow basalt and reinforced concrete. The stone was locally obtained, and the perforated screens were brought from Gwalior.
The central dome is 15 metres (49 ft) in diameter and is 26 metres (85 ft) above ground at its highest point. The whole harbour front was realigned in order to come in line with a planned esplanade which would sweep down to the centre of the town. The cost of the construction was Rs. 21 lakhs (2,100,000), borne mainly by the Government of India. For lack of funds, the approach road was never built, and so the Gateway stands at an angle to the road leading up to it.