Pages

Thursday, March 1, 2012

Daerah ( Tanpa) Wisata

Motto Visit Indonesia banyak terpampang di berbagai pojok reklame tanah air, mulai dari bandara,stasiun hingga terminal bus di berbagai pelosok kota di Tanah Air , slogan ini bukan hanya ungkapan kosong melompong, melainkan ajakan untuk menyuarakan keberagaman, keindahan dan kekayaan Tanah air tercinta ini.
Indonesia merupakan salah satu wajah pariwisata dunia saat ini, siapa yang tidak kenal Indahnya candi Borobudur sebagai warisan leluhur kita, Danau toba di Sumatera dan keindahan laut Bunaken di sulawesi, tentu juga dengan eksotisme pulau dewata bali, dan berbagai tempat pariwisata yang lainnya yang tersebar di pelosok negeri ini.
Jawa Timur adalah salah satu dari propinsi di Indonesia yang ikut menggalakkan pariwisata tanah air, tentu saja dengan berbagai objek pariwisata andalannya, yaitu Kota wisata Batu. dan daerah tujuan wisata lain di pelosok Jawa Timur, salah satunya di Kabupaten Bondowoso.
Kabupaten Bondowoso terletak di kawasan tapal kuda Propinsi Jawa Timur, daerahnya dikelilingi oleh pegunungan yang hijau dan kawasan pemandangan gunung yang Indah, salah satunya di tempat wisata pemandangan alam arak-arak, dan tempat yang tak kalah eksotisnya wisata gunung kawah ijen yang tersohor hingga penjuru dunia.tidak asing jika masyarakat bondowoso sering menjumpai wisatawan mancanegara singgah di kota ini.akan tetapi masyarakat local lebih mengenal Kabupaten Bondowosol dengan ciri khas makanannya yaitu tape Bondowoso.
tempat-tempat wisata yang tersebar di wilayah ini mempunyai harga jual tersendiri bagi para wisatawan, baik local maupun mancanegara. potensi keindahan dan kealamiannya tidak diragukan lagi, akan tetapi masih banyak tempat-tempat wisata yang terbengkalai dan tidak terurus, seperti halnya wisata Tancak kembar. mulai dari segi infrastruktur dan juga perawatannya tidak diimbangi dengan prospek pariwisata itu sendiri.
baik pemerintah maupun masyarakat sekitar tidak menyadari potensi ini, baik dari segi ekonomi dan pengembangan budaya. pemerintah sendiri hanya sedikit membaca peluang potensi wisata disekitarnya, demikian juga masyarakat seakan berdiam diri dan tak mengindahkan keberadaan tempat-tempat wisata di sekitar mereka.
dalam hal ini pemerintah sebagai tonggak pelestarian dunia pariwiata itu sendiri harus andil, baik dengan melakukan sosialisasi berkala terhadap masyarakat sekitar, sehingga bisa mengubah cara pandang masyarakat terhadap pentingnya tempat-tempat pariwisata di sekeliling mereka, tidak hanya memandang dari segi keuntungan ekonomi semata, akan tetapi pelestarian dan pengembangan budaya yang ada di sekitar, bisa dikembangkan dan diangkat untuk menjadi objek wisata budaya yang membanggakan untuk bangsa ini.
sedari dini mungkin pemerintah mengadakan sosialisasi akan pentingnya potensi tempat-tempat wisata di sekitar terhadap masyarakat,sehingga mereka tergerak untuk ikut andil dan bertanggung jawab untuk mengembangkan dan menjaganya.

Wednesday, February 29, 2012

Komsumtifnya kita!

Melihat kehidupan sekarang yang begitu canggihnya, berbagai fasilitas tersedia untuk membantu efektifitas kegiatan manusia di zaman ini, semua bisa digunakan hanya dengan mengeluarkan beberapa rupiah ,hingga ratusan juta rupiah. Salah satu alat komunikasi canggih yang paling fenomenal buat kita adalah handphone, begitu mudahnya berkirim pesan dengan layanan sms ataupun bercakap-cakap ria dengan layanan telpon, itu semua adalah fasilitas yang lumrah kita dapatkan ketika memiliki alat komunikasi canggih yang satu ini,yang lebih mengesankan lagi bukan hanya orang-orang berduit yang mampu membelinya, tukang becak pun tidak mau ketinggalan dengan alat komunikasi yang satu ini.dengan alasan untuk memudahkan kegiatan mereka, baik bekerja ataupun yang lainnya, sungguh fenomenal bagi kita, yang miskin ataupun yang kaya, begitu banyak kita memperoleh manfaat dan kemudahan dengan handphone ini, akan tetapi begitu banyak pula berbagai ancaman yang diperoleh dari segi penggunaannya, semacam penipuan, penculikan dan sebagainya, akan tetapi yang paling mendasar yang harus kita perhatikan adalah efek kebiasaan konsumtif yang tidak kita sadari. Pemakaian pulsa yang tidak terkontrol adalah salah satu efek konsumtif yang diperoleh, berapa banyak uang yang dikeluarkan,apakah sebanding dengan manfaat yang didapatkan,Meskipun banyak orang berkata semua itu adalah kebutuhan. sejauh mana kita menggunakannya, berusahalah untuk lebih bijak dalam menggunakan alat komunikasi yang sangat canggih ini

Tuesday, February 28, 2012

Begadang ala Ramadhan

Bulan puasa tinggal beberapa hari lagi, bulan dimana umat islam di seluruh dunia menunaikan rukun islam yang keempat yaitu puasa Ramadhan sebulan penuh. Bulan diturunkannya kitab suci al Qur’an, bulan dimana terdapat malam yang lebih baik dari seribu malam yaitu Lailatul Qadr. Itulah sebagian dari keutamaan bulan Ramadhan yang sangat dinantikan milyaran Umat Muslim di seluruh Dunia, tak terkecuali Umat Islam di Indonesia.
Di Indonesia hampir setiap masyarakat begitu antusias menyambut bulan nan suci ini, hal ini bisa dirasakan dari berbagai acara yang diadakan khusus untuk menyambut bulan Ramadhan, pengajian hingga ziarah kubur demi menyambut datangnya bulan yang satu ini, dari media cetak, elektronik tidak ketinggalan menghadirkan tema atau rubrik yang khusus membahas persiapan akan datangnya bulan Ramadhan.
Banyak hal berbeda yang akan kita jumpai disaat bulan Ramadhan, rutinitas dan aktifitas masyarakat lebih mengarah kearah ibadah, baik membaca al Qur’an hingga bersedekah, cara berpakaian hingga selektif memilih hiburan untuk dinikmati di bulan ini, dengan niatan menyucikan hati dan jiwa, demi menggapai pahala yang telah di janjikan Allah SWT atas hambanya.
Aktifitas yang tampak mencolok di bulan ini adalah Shalat Tarawih, bukan karena ibadah ini khusus di bulan Ramadhan saja, melainkan kebiasaan di masyarakat kita melaksanakannya secara berjamaah di mushalla ataupun di masjid sekitar tempat tinggal mereka. Dan dilanjutkan dengan membaca al Qur’an atau lebih familiar dengan Tadarus al Qur’an, umumnya menggunakan pengeras suara sehingga nuansa keagungan bulan Ramadhan ini lebih terasa dan jarang di jumpai diluar bulan suci ini.
Suasana aktifitas ibadah yang begitu khas ini menjadikan masyarakat tidak mau melewatkannya begitu saja, jam malam pun diperpanjang, alasannya tuk beribadah. Didukung juga oleh media elektronik seperti halnya radio dan televisi yang menyajikan tayangan berbau keagaamaan, yang lebih spesial ditiadakannya kamus “off Air” khusus di bulan ini.
Kesempatan tuk berjumpa bulan yang agung ini marilah kita maknai secara lebih mendalam, promo pahala yang telah dijanjikan Allah SWT jangan sampai terlewatkan, bolehlah kita begadang kalau ada artinya menurut Bang Haji Rhoma, begadang buat beribadah apa salahnya, mari kita perbanyak amalan dan ibadah sebagai tabungan kita kelak. Ajal tidak ada yang tau, apakah mungkin ini kesempatan kita yang terakhir berjumpa bulan Ramadhan.