Pages

Monday, February 27, 2012

Gaul di Brankas Akademis Komunira

MOHAMMAD GUFRON SALIM
Mahasiswa Fakultas Humaniora dan Budaya UIN Maliki Malang
mbeleweh@yahoo.com
Libur semester di kampus hampir usai sudah. Hal tersebut bisa dilihat dari sebagian mahasiswa yang hilir mudik di kampus UIN Maulana Malik Ibrahim Malang mengambil kartu hasil studi (KHS) semester lalu. Sementara, sebagian mahasiswa baru yang telah kembali awal ke mahad kampus.
Ada yang berbeda dalam pengambilan KHS tahun ini bagi mahasiswa Fakultas Humaniora dan Budaya. Tampak beberapa teman kebingungan dengan prosedur pengambilan KHS. Prosedurnya lain dari semester sebelumnya dan agak merepotkan, begitu seloroh mereka. Lumrahnya pengambilan KHS tiap semester hanya dengan menyerahkan slip pembayaran uang semester. Namun kali ini harus ada syarat lagi yaitu melampirkan informasi mahasiswa yang terdapat di Komunira.
Komunira adalah jejaring sosial yang sangat khas, ditujukan bagi komunitas mahasiswa dan alumni humaniora dan budaya. Jejaring tidak berbeda dengan jejaring sosial yang telah umum, semisal Facebook. Dalam Komunira pun sudah tercantum semua biodata mahasiswa yang telah diinput fakultas. Mahasiswa hanya diwajibkan melengkapi biodata diri yang belum lengkap beserta mengupload foto profil.
Sebagian mahasiswa memberikan berbagai macam respons dengan adanya Komunira, baik sebagai inovasi menarik, modern, dan sebagai wadah informasi penting ke depan dalam menjalin komunikasi purnakuliah. Tak hanya berlaku sebagai mahasiswa, akan tetapi bagi para alumni pun bisa berbagi dan menggali informasi dari jejaring ini.
Dalam jejaring ini mahasiswa bisa menemukan informasi mengenai detail profil, riwayat akademik semasa SLTA hingga selama menjadi mahasiswa dan juga informasi mengenai profil keluarga sesama mahasiswa yang berasal dari Fakultas Humaniora dan Budaya, sangat spesifik informasi yang diberikan tentang pengguna.
Akurasi informasi dalam jejaring ini bisa diandalkan karena berada dalam lingkup akademik, baik nomer induk dan juga data akademik mahasiswa yang lainnya. Selain sebagai jejaring sosial juga bisa digunakan sebagai brankas informasi akademik selama menempuh pendidikan di kampus.
Sebagai jejaring sosial, mungkin Komunira masih jauh dari fasilitas dan layanan yang ditawarkan sebagai perakit informasi seperti jejaring sosial lainnya, semisal ruang chat, komentar ataupun ruang koleksi foto pengguna. Akan tetapi kita masih bisa berbagi status di beranda Komunira dan mengirim pesan pribadi kepada mahasiswa lain.
Komunira bukanlah jejaring sosial yang pertama di kampus, ada Uinblog mungkin lebih awal diluncurkan, akan tetapi Uinblog masih melihat antusias mahasiswa sendiri untuk bergabung, sedangkan Komunira otomatis menjadikan mahasiswa yang berasal dari humaniora dan budaya bergabung dalam jejaring sosial ini.
Ke depannya Komunira diharapkan menjadi pusat informasi terdepan bagi mahasiswa Humaniora dan Budaya, baik informasi akademik hingga informasi lengkap mahasiswa dan digandrungi para penggunanya, baik bagi mahasiswa yang masih aktif dan alumni selepas selesai menempuh pendidikan di kampus tidak putus informasi dengan adanya jejaring sosial khas wong Hudaya ini. Selamat datang Komunira.

Thursday, February 16, 2012

Merapi.....


gunung merapi meletus lagi
kisah cinta ku putus lagi...

jogja hujan debu lagi...
air mata jatuh lagi..

kenapa semua ini bisa terjadi
indonesia kena bencana lagi

dimana sby pada hari ini
kerjaannya curhat di tivi

kamu ini president negri ini
selesaikanlah masalah2 ini

jangan cuma nyantai mkn sendiri
dana century yg di luar negri

bantulah kami korban merapi
korban gempa, banjir,. mentawai

belum lagi korban gas LPJI
pemerintah bom rakyat sendiri

oh indonesia ku...sby itu sdh mati
bencana apa apalagi yg terjadi nanti
dinegri indonesia yang tercinta ini

Oleh Ukon Purkonudin · 4 November 2010

Realitas Sang Adib




kau datang menusuk kedua mataku
perih terasa sampai kerelung hatiku
aku berlindung kepada selimut malam
yang menciptakan kabut  mimpi kelam
 jauh dari kehidupan nyata bersamamu
 yang nyata adalah fatamorgana bagiku
realitas terlihat cahaya kepala tenggelam
oh bersinarnya cahaya hati pd malam kelam

Oleh Ukon Purkonudin · 5 April 2011